FairyTaLe's

Simple Girl with simple Dreams

Lima Ajaran Rendra Juli 29, 2009

Filed under: Tips Menulis — fairy2785 @ 9:49 am
Tags: , , ,

Dari mana Anda mendapat ilham untuk mengarang?”
“Bagaimana caranya Anda mendapatkan inspirasi itu?”

Bagi Rendra, pertanyaan itu tidak penting. Ia mengajarkan satu sikap:jangan bergantung pada ilham untuk mengarang. Soalnya, bukan bagaimana mencari inspirasi itu tapi bagaimana pengarang harus membuat hidupnya berisi, sehingga ia akan selalu kaya akan rangsangan-rangsangan untuk berkarya.

1. Jangan bergantung pada ilham.
Pengarang yang benar-benar pengarang berkarya seperti kalau ia omong-omong atau makan. Pekerjaan yang sudah terlalu sangat biasa. Tak perlu diherani kenapa ia telah mengerjakan pekerjaan itu. Ia tidak bergantung pada ilham.

2. Tulis apa saja, tapi selektiflah.
Banyak cara untuk mengungkapkan isi hati atau perasaan. Pengarang menuliskan puisi atau prosa untuk mengungkapkan perasaannya. Apakah semua isi hati dan perasaan harus disajakkan? Tidak, pengaranglah yang memilih, mana yang hendak ia ungkapkan lewat karangannnya. Ia memilih dengan amat selektif!

3. Siap dan pekalah menerima rangsangan.
Yang lebih penting dari ilham adalah rangsangan untuk mengarang. Pengarang harus peka akan hal itu. Rangsangan itu bisa datang tak terduga, bisa timbul tanpa rencana. Pengarang harus selalu mempersiapkan diri untuk menerima rangsangan itu. Pengarang akan selalu mengalami rangsangan yang timbul dengan sendirinya itu apabila hidupnya berisi.

4. Rangsangan harus datang secara natural dan normal.
Rangsangan yang baik untuk mengarang muncul dengan normal dan natural, tidak dicari-cari, tidak mengada-ada. Rangsangan itu bisa jadi sesuatu yang pernah dialami, dipikirkan, dan kemudian terlupakan, lalu muncul kembali dalam kesadaran.

5. Berhadap dengan masalah, mengisi kehidupan.
Belajar banyak, membaca banyak. Berjalan jauh. Bekerja sehari-hari secara normal. Bergaul dalam segala lapangan secara normal. Lakukan apa saja yang berguna. Begitulah cara mengisi kehidupan. Pengarang harus berani dan sadar untuk mengambil peran dalam kehidupan. Bukan mencari-cari masalah yang tak berguna, tapi pengarang harus selalu berhadap-hadapan dengan masalah.

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.