FairyTaLe's

Simple Girl with simple Dreams

DEJA VU April 18, 2009

Filed under: Pernik'S — fairy2785 @ 12:44 pm
Tags: , , , ,

Pernahkah Anda mengalami suatu saat dimana tindakan, tempat, dan tokoh yang anda alami ternyata pernah anda lalui sebelumnya namun entah kapan dan dimana? sebuah perasaan aneh yang mengatakan bahwa peristiwa yang sedang terjadi sebenarnya pernah kita alami jauh sebelumnya. Lebih anehnya lagi, kita juga seringkali tidak mampu untuk dapat benar-benar mengingat kapan dan bagaimana pengalaman itu terjadi secara rinci. Yang kita tahu hanyalah adanya sensasi misterius yang membuat kita tidak merasa asing dengan peristiwa baru itu. Hal tersebut dikenal dengan Deja VU

Déjà vu berasal dari bahasa Perancis yang berarti Pernah Mengalami.
Déjà vu sendiri terbagi atas 3 jenis : Déjà vécu, yakni dimana Anda berpikir bahwa Anda pernah melakukan ucapan, perasaan, dan tindakan yang tengah terjadi, namun Anda sungguh-sungguh tidak ingat bilakah dan dimanakah hal tersebut terjadi. Selain itu ada Déjà senti (pernah merasakan) dan Déjà visité (Pernah mengunjungi). Keanehan fenomena deja vu ini kemudian melahirkan beberapa teori metafisis, Salah satunya adalah teori yang mengatakan bahwa deja vu sebenarnya berasal dari kejadian serupa yang pernah dialami oleh jiwa dalam salah satu kehidupan reinkarnasi di masa lampau.
MenurutPenyebab timbulnya perasaan ini, paling tidak, dapat ditinjau dari dua sudut pandang. Pertama, perasaan itu timbul karena ia telah lebih dari sekali ‘melihat’ kejadian tersebut di dalam mimpi. Perasaan jenis ini biasanya timbul ketika ia melihat kejadian aktual atau bangunan-bangunan baru yang usianya belum melebihi usianya sendiri. Kedua, perasaan itu timbul karena ia dapat mengingat sebagian atau seluruh pengalamannya di kehidupan yang lampau. Perasaan ini biasanya timbul ketika ia melihat barang atau bangunan kuno yang usianya melebihi usianya sendiri. Ada kemungkinan, dalam kehidupan lampaunya, ia pernah berhubungan dengan barang atau gedung tersebut. Dengan demikian, tidak semua perasaan selalu berhubungan dengan karma lampau seseorang atau kehidupannya di kelahiran yang sebelumnya.DEJA VU DI MATA ILMUWAN

Pada awalnya, ilmuwan beranggapan bahwa deja vu terjadi ketika sensasi optik yang diterima oleh sebelah mata sampai ke otak (dan dipersepsikan) lebih dulu daripada sensasi yang sama yang diterima oleh sebelah mata yang lain, sehingga menimbulkan perasaan familiar pada sesuatu yang sebenarnya baru dilihat. Teori ini disebut “optical pathway delay”. Namun teori ini tidka berlaku karena orang butapun bisa mengalami deja vu melalui indra penciuman, pendengaran, dan perabaannya.
Baru-baru ini, ilmuwan melakukan eksperimen pada tikus untuk mengenai asal-usul deja vu yang sebenarnya. Susumu Tonegawa, seorang neuroscientist MIT, membiakkan sejumlah tikus yang tidak memiliki dentate gyrus, sebuah bagian kecil dari hippocampus, yang berfungsi normal. Bagian ini sebelumnya diketahui terkait dengan ingatan episodik, yaitu ingatan mengenai pengalaman pribadi kita. Ketika menjumpai sebuah situasi, dentate gyrus akan mencatat tanda-tanda visual, audio, bau, waktu, dan tanda-tanda lainnya dari panca indra untuk dicocokkan dengan ingatan episodik kita. Jika tidak ada yang cocok, situasi ini akan ‘didaftarkan’ sebagai pengalaman baru dan dicatat untuk pembandingan di masa depan.

Menurut Tonegawa, tikus normal mempunyai kemampuan yang sama seperti manusia dalam mencocokkan persamaan dan perbedaan antara beberapa situasi. Namun, seperti yang telah diduga, tikus-tikus yang dentate gyrus-nya tidak berfungsi normal kemudian mengalami kesulitan dalam membedakan dua situasi yang serupa tapi tak sama. Hal ini, tambahnya, dapat menjelaskan mengapa pengalaman akan deja vu meningkat seiring bertambahnya usia atau munculnya penyakit-penyakit degeneratif seperti Alzheimer: kehilangan atau rusaknya sel-sel pada dentate gyrus akibat kedua hal tersebut membuat kita sulit menentukan apakah sesuatu ‘baru’ atau ‘lama’.

Salah satu hal yang menyulitkan para peneliti dalam mengungkap misteri deja vu adalah kemunculan alamiahnya yang spontan dan tidak dapat diperkirakan. Seorang peneliti tidak dapat begitu saja meminta partisipan untuk datang dan ‘menyuruh’ mereka mengalami deja vu dalam kondisi lab yang steril. Deja vu pada umumnya terjadi dalam kehidupan sehari-hari, di mana tidak mungkin bagi peneliti untuk terus-menerus menghubungkan partisipan dengan alat pemindai otak yang besar dan berat. Selain itu, jarangnya deja vu terjadi membuat mengikuti partisipan kemana-mana setiap saat bukanlah hal yang efisien dan efektif untuk dilakukan. Namun beberapa peneliti telah berhasil mensimulasikan keadaan yang mirip deja vu.

Namun ilmuwan menemukan cara yang sederhana untuk membuat seseorang memiliki ‘ingatan palsu’. Para partisipan diperlihatkan sebuah gambar, namun mereka diminta untuk membayangkan sebuah gambar yang lain dalam benak mereka. Setelah dilakukan beberapa kali, para partisipankemudian diminta untuk memilih apakah suatu gambar tertentu benar-benar mereka lihat atau hanya dibayangkan. Ternyata gambar-gambar yang hanya dibayangkan partisipan seringkali diklaim benar-benar mereka lihat. Karena itu, deja vu mungkin terjadi ketika secara kebetulan sebuah peristiwa yang dialami seseorang serupa atau mirip dengan gambaran yang pernah dibayangkan. Hal tersebut mungkin masuk akal namun tampaknya masyarakat belum dapat menerima hal tersebut dan lebih mengkaitkan Deja Vu dengan kepercayaan. Masyarakat beranggapan bahwa Deja Vu terjadi karena seseorang pernah mengalami masa kehidupan sebelumnya dan kemudian bereinkarnasi di masa sekarang.
Hmmm….Cukup rumit dan masih menjadi pertanyaan.

http://www.indospiritual.com/artikel_misteri-deja-vu.html

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.