FairyTaLe's

Simple Girl with simple Dreams

TIPS BAGI PENULIS PEMULA Agustus 6, 2009

Filed under: Tips Menulis — fairy2785 @ 4:34 am
Tags: , , ,

Pernah bertanya, dari mana sebenarnya gagasan-gagasanmu berasal?

Kebanyakan penulis akan menemukan kesulitan menjawab pertanyaan di atas. Bahkan penulis-penulis besar yang produktif. Penulis pemula atau orang yang baru memutuskan akan menulis selalu menganggap bahwa ide seperti ikan legendaris yang muncul pada musim-musim tertentu.

Sesungguhnya, kita menghadapi bahan melimpah ruah untuk ditulis, dijadikan cerita pendek atau novel. Kita mengenal dongeng, mitologi, takhyul, dan sebagainya; kita menghadapi keseharian; kita membaca berita; kita menikmati berita gosip para artis; kita mendengar gunjingan tetangga. Dan kita membaca buku. Bagi seorang penulis, atau orang yang ingin menjadi penulis, atau siapa saja tidak harus penulis, kegiatan membaca buku itu penting sekali.

Jika kau sudah tahu apa yang akan kau tulis, tulis saja. Kau bisa memulai dari mana saja, tidak ada yang melarangmu menulis dari mana pun, atau dengan kalimat pertama apa pun. Jika kau ingin menulis tapi tidak tahu apa yang akan kau tulis, yang perlu kau lakukan tetap sama: menulislah! Menulis adalah ikhtiar untuk mengubah kata ‘ingin’ menjadi ‘tindakan’ menulis.

Kau tidak tahu cara memulai? Atau tidak tahu teknik menulis?

Gairah Para Pemula. Jika tekatmu cukup kuat dan kau bisa mempertahankan kekuatan tekat itu selamanya, kau akan terus bergairah untuk belajar cara menghasilkan tulisan bagus. Kau akan terus bertanya: “Bagaimana cara menghasilkan tulisan yang baik?” atau “Bagaimana cara menulis lancar?” atau “Bagaimana cara memikat pembaca sejak kalimat pertama tulisan saya?”

Kunci Kontak. Untuk mengejutkan dunia dengan tulisanmu, kau harus memiliki kunci kontak untuk menghidupkan mesin kreativitasmu (seperti sebuah mobil). Selanjutnya, kita memerlukan keterampilan untuk mengendalikan laju mesin kreativitas kita itu (sebuah mobil memerlukan sopir) dan mungkin berbagai strategi. Untuk membuatmu bisa memulai tulisan dengan cara apa saja, atau untuk menggali gagasan, atau sekadar menggerakkan tangan dan minatmu menulis.

Latihan Setiap Hari.Misalnya, menyelesaikan sebuah cerpen dalam waktu dua jam pada setiap pagi hari, dan membaca satu buku paling lama dua hari. Ini kira-kira sama dengan yang dijalani oleh orang-orang lain di lapangan lain jika mereka berkehendak menjadi lebih mahir. David Beckham berlatih menendang bola setiap hari. Para perenang, pemain badminton, dan tukang gado-gado juga melakukan latihan setiap hari. Latihan setiap hari akan membuatmu semakin terampil.

Antusiasme.Para juara di lapangan selalu menunjukkan watak yang sama di semua lapangan yang mereka geluti: mereka antusias!

Meniru.Pada mulanya mungkin seorang penulis melakukan beberapa peniruan (bukan penjiplakan); itu proses yang wajar untuk akhirnya menemukan otentisitas. William Faulkner dan Ernest Hemingway belajar dari cara Sherwood Anderson berkisah. Hemingway dan Faulkner saling mengejek dan keduanya sama-sama peraih Nobel. Gabriel Garcia Marquez memungut teknik Faulkner dan mengagumi Hemingway dan kemudian memberontak. Peniruan di awal-awal kelahiran adalah proses yang wajar; sewajar bayi menirukan apa saja yang mengitarinya, sebelum akhirnya menjadi manusia dewasa yang berbeda dari manusia-manusia dewasa lainnya.

Jadi… menulislah! Banyak yang bisa ditulis:

1. Silakan berandai-andai. Apa jadinya jika saya bisa membaca pikiran orang lain?
2. Pinjam kalimat dalam novel yang ditulis oleh pengarang yang baik
dan lanjutkan dengan kat-katamu sendiri.
3. Jawablah pertanyaan. Siapa namamu? Kapan kau lahir?
4. Buatlah sarang laba-laba.
5. Ambil tiga kata secara acak dan buatlah satu paragraf yang mengandung ketiga kata tersebut.
6. Dan sebagainya.
proposal

 

Lima Ajaran Rendra Juli 29, 2009

Filed under: Tips Menulis — fairy2785 @ 9:49 am
Tags: , , ,

Dari mana Anda mendapat ilham untuk mengarang?”
“Bagaimana caranya Anda mendapatkan inspirasi itu?”

Bagi Rendra, pertanyaan itu tidak penting. Ia mengajarkan satu sikap:jangan bergantung pada ilham untuk mengarang. Soalnya, bukan bagaimana mencari inspirasi itu tapi bagaimana pengarang harus membuat hidupnya berisi, sehingga ia akan selalu kaya akan rangsangan-rangsangan untuk berkarya.

1. Jangan bergantung pada ilham.
Pengarang yang benar-benar pengarang berkarya seperti kalau ia omong-omong atau makan. Pekerjaan yang sudah terlalu sangat biasa. Tak perlu diherani kenapa ia telah mengerjakan pekerjaan itu. Ia tidak bergantung pada ilham.

2. Tulis apa saja, tapi selektiflah.
Banyak cara untuk mengungkapkan isi hati atau perasaan. Pengarang menuliskan puisi atau prosa untuk mengungkapkan perasaannya. Apakah semua isi hati dan perasaan harus disajakkan? Tidak, pengaranglah yang memilih, mana yang hendak ia ungkapkan lewat karangannnya. Ia memilih dengan amat selektif!

3. Siap dan pekalah menerima rangsangan.
Yang lebih penting dari ilham adalah rangsangan untuk mengarang. Pengarang harus peka akan hal itu. Rangsangan itu bisa datang tak terduga, bisa timbul tanpa rencana. Pengarang harus selalu mempersiapkan diri untuk menerima rangsangan itu. Pengarang akan selalu mengalami rangsangan yang timbul dengan sendirinya itu apabila hidupnya berisi.

4. Rangsangan harus datang secara natural dan normal.
Rangsangan yang baik untuk mengarang muncul dengan normal dan natural, tidak dicari-cari, tidak mengada-ada. Rangsangan itu bisa jadi sesuatu yang pernah dialami, dipikirkan, dan kemudian terlupakan, lalu muncul kembali dalam kesadaran.

5. Berhadap dengan masalah, mengisi kehidupan.
Belajar banyak, membaca banyak. Berjalan jauh. Bekerja sehari-hari secara normal. Bergaul dalam segala lapangan secara normal. Lakukan apa saja yang berguna. Begitulah cara mengisi kehidupan. Pengarang harus berani dan sadar untuk mengambil peran dalam kehidupan. Bukan mencari-cari masalah yang tak berguna, tapi pengarang harus selalu berhadap-hadapan dengan masalah.

 

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.