<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>FairyTaLe&#039;s</title>
	<atom:link href="http://fairy2785.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://fairy2785.wordpress.com</link>
	<description>Simple Girl with simple Dreams</description>
	<lastBuildDate>Mon, 29 Mar 2010 15:29:11 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='fairy2785.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>FairyTaLe&#039;s</title>
		<link>http://fairy2785.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://fairy2785.wordpress.com/osd.xml" title="FairyTaLe&#039;s" />
	<atom:link rel='hub' href='http://fairy2785.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mudah Lupa, Pertanda Demensia?</title>
		<link>http://fairy2785.wordpress.com/2010/03/29/mudah-lupa-pertanda-demensia/</link>
		<comments>http://fairy2785.wordpress.com/2010/03/29/mudah-lupa-pertanda-demensia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Mar 2010 15:29:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairy2785</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[demensia]]></category>
		<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fairy2785.wordpress.com/2010/03/29/mudah-lupa-pertanda-demensia/</guid>
		<description><![CDATA[JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Istri saya sebenarnya lebih muda tiga tahun dari saya. Umurnya 64 tahun, sebenarnya keadaan fisiknya cukup baik. Dia masih mandiri dan masih menghadiri berbagai pertemuan ibu-ibu di kampung dengan teratur. Namun, sejak setahun ini dia mudah sekali lupa. Kami sering mengalami kehilangan kunci kamar. Jika kami keluar rumah, kunci kamar disimpan istri [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=182&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>JAKARTA, KOMPAS.com &#8211; Istri saya sebenarnya lebih muda tiga tahun dari saya. Umurnya 64 tahun, sebenarnya keadaan fisiknya cukup baik. Dia masih mandiri dan masih menghadiri berbagai pertemuan ibu-ibu di kampung dengan teratur. Namun, sejak setahun ini dia mudah sekali lupa. Kami sering mengalami kehilangan kunci kamar. Jika kami keluar rumah, kunci kamar disimpan istri saya. Kesulitan mulai timbul jika kami pulang dan istri saya lupa tempat menyimpan kunci.</p>
<p>Cukup lama waktu yang diperlukan untuk mencari kunci, mulai dari membongkar tas dan mencari di tempat-tempat lain. Jika istri saya menerima telepon yang ditujukan untuk saya, dia juga sering lupa siapa yang menelepon. Malam hari istri saya senang menonton TV, terutama diskusi. Dia memang rajin mengikuti berita mengenai anak dan perempuan. Namun, jika saya tanyakan siapa yang berbicara, dia lama sekali baru dapat mengingat. Juga isi keseluruhan pembicaraan di televisi kurang dapat ditangkap dengan baik.</p>
<p>Saya agak khawatir dia terkena stroke. Karena ayahnya dulu meninggal karena penyakit tersebut. Menurut dokter spesialis penyakit dalam yang menjadi dokter keluarga kami, istri saya menderita penurunan fungsi kognitif ringan. Saya merasa lega bahwa kelainan yang dideritanya bukanlah kelainan yang serius, tetapi saya juga heran kenapa istri saya yang lebih muda lebih mudah lupa daripada saya yang lebih tua. Sekarang saya belum berani melepaskan istri saya bepergian sendiri keluar rumah. Jika memungkinkan, saya akan menyertainya. Jika saya tak dapat menemaninya, saya usahakan ada anggota keluarga lain yang menemani. Maklumlah, anak-anak kami semuanya telah berkeluarga dan tinggal berlainan kota dengan kami.</p>
<p>Jika akan berbelanja, kami membuat catatan yang harus dibeli sehingga dia tak lupa apa yang harus dibeli. Secara keseluruhan, sebenarnya kehidupan kami cukup menyenangkan di usia tua. Saya merasa bersyukur karena banyak teman kami pada usia yang hampir serupa mengalami penyakit-penyakit yang jauh lebih serius. Saya mohon saran dari dokter, apa yang dapat saya lakukan untuk mengurangi kebiasaan lupa istri saya. Adakah faktor-faktor yang dapat memberatkan kebiasaan lupanya? Apakah kebiasaan lupa istri saya sudah dapat digolongkan demensia? Terima kasih atas penjelasan dokter.</p>
<p>(M di J)</p>
<p>Saya ikut merasa senang Anda dan istri dapat menikmati masa usia lanjut dengan bahagia. Penurunan kognitif yang ringan memang dapat terjadi pada usia lanjut. Kekerapannya, menurut Perhimpunan Gerentologi Medik Indonesia, berkisar antara 3% dan 15%. Kelainan ini dapat digolongkan sindrom predemensia. Pada keadaan ini, kondisi yang dihadapi istri Anda merupakan kondisi transisi fungsi kognisi antara penuaan normal dan demensia ringan. Sebagian penurunan kognitif ringan ini dapat menjadi demensia. Selain penurunan kognitif ringan ini, terdapat keadaan penurunan fungsi kognitif ringan yang berhubungan dengan iskemia (penurunan aliran darah) serta infark jaringan otak akibat penyakit pembuluh darah dan aterosklerosis.</p>
<p>Faktor-faktor risiko timbulnya gangguan kognitif ringan adalah usia lanjut, tekanan darah tinggi, diabetes melitus, dislipidemia, merokok, obesitas, penyakit paru obstruktif menahun, gagal jantung, dan gangguan pembekuan darah. Diagnosis gangguan fungsi kognitif ringan dapat ditunjang dengan pemeriksaan neuropsikiatri. Pemeriksaan yang sering dilakukan adalah Mini Mental State Examination. Pada keadaan gangguan kognitif ringan mempunyai nilai &gt; 24, sedangkan nilai &lt; 24 digolongkan sebagai demensia. Pada gangguan fungsi kognitif ringan biasanya aktivitas sehari-hari penderita masih baik.</p>
<p>Pengendalian faktor risiko pada usia lanjut akan kekerapan gangguan fungsi kognitif ringan dapat diturunkan. Sedangkan bagi pasien yang sudah mengalami gangguan fungsi kognitif ringan pengendalian faktor risiko dapat memperbaiki fungsi kognitif dan menahan laju kelainan ini menjadi demensia. Usaha yang dapat dilakukan adalah memantau dan mengendalikan tekanan darah, diabetes mellitus, dislipidemia, menurunkan berat badan berlebih, serta mengendalikan hiperkoagulasi darah. Obat-obat yang digunakan untuk penyakit alzheimer juga manfaat untuk terapi gangguan fungsi kognitif ringan ini. Keterlibatan penderita dalam kehidupan sosial serta partisipasi pada kegiatan yang merangsang fungsi kognitif dapat memperlambat munculnya gangguan fungsi kognitif ringan ini.</p>
<p>Nah, Anda tentu bersyukur tidak mengalami gangguan fungsi kognitif, tetapi tentu Anda harus mempertahankan gaya hidup sehat sehingga faktor risiko gangguan fungsi kognitif dapat dihindari. Saya berharap istri Anda akan semakin baik fungsi kognitifnya dan Anda sekeluarga akan selalu sehat dan bahagia.<a href="http://id.news.yahoo.com/kmps/20100329/tls-mudah-lupa-pertanda-demensia-8d16233.html"></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fairy2785.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fairy2785.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fairy2785.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fairy2785.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fairy2785.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fairy2785.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fairy2785.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fairy2785.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fairy2785.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fairy2785.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fairy2785.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fairy2785.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fairy2785.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fairy2785.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=182&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fairy2785.wordpress.com/2010/03/29/mudah-lupa-pertanda-demensia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67cadedf0bb73746710a37e92f3a9bd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fairy2785</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enam Tahap Mengakrabi Puisi</title>
		<link>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/enam-tahap-mengakrabi-puisi/</link>
		<comments>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/enam-tahap-mengakrabi-puisi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:45:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairy2785</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernik'S]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[tahap dalam puisi]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fairy2785.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[1. Tahap Tahu Puisi. Ini tahap awam. Sebagian besar orang berada pada tahap ini. Sebagian besar orang pernah membaca satu dua bait atau satu dua puisi. Paling tidak orang bertemu puisi dalam pelajaran bahasa dan sastra di sekolah. Orang yang tahu puisi, bukan orang yang peduli pada puisi. Ia bisa hidup nyaman-nyaman saja tanpa puisi. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=179&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>1.	<strong><em>Tahap Tahu Puisi.</em></strong><br />
Ini tahap awam. Sebagian besar orang berada pada tahap ini.<br />
Sebagian besar orang pernah membaca satu dua bait atau satu dua puisi. Paling tidak orang bertemu puisi dalam pelajaran bahasa dan sastra di sekolah.<br />
Orang yang tahu puisi, bukan orang yang peduli pada puisi. Ia bisa hidup nyaman-nyaman saja tanpa puisi. Dia dan puisi adalah dua orang tak saling kenal yang kalau bertemu tak perlu harus menggelar perbincangan, bahkan mungkin tak perlu bersapaan.</p>
<p>2.	<strong><em>Tahap Kenal Puisi.</em></strong><br />
Orang yang kenal puisi mulai sering membaca &#8211; bukan meresitalkan &#8211; puisi, meskipun tidak rutin. Dia ingat beberapa nama penyair dan puisinya. Dia suka menuliskan puisi sendiri, untuk diri sendiri, atau untuk orang-orang terdekatnya saja.<br />
Puisi baginya seperti ibadah sunat, dikerjakan dapat nikmat, tidak dikerjakan tidak berkurang nikmatnya. Dia dan puisi seperti kawan yang saling sapa dan menjabat tangan kalau bertemu. Saling bertanya kabar, meskipun kadang hanya tanya berbasa-basi.</p>
<p>3.	<strong><em>Tahap Perlu Puisi.</em></strong><br />
Pada tahap ini seseorang mulai menganggap puisi sebagai kebutuhan.<br />
Dia rutin menulis dan membaca puisi. Dia mengoleksi buku puisi. Dia ingin tahu lebih banyak tentang hakikat puisi. Dia mulai bisa merasakan mana puisi bagus, dan mana puisi buruk, dan bisa menunujukkan keunggulan dan kelemahan puisi itu.<br />
Dia menulis puisi dan mulai peduli apa pendapat orang tentang puisinya. Dia menikmati penulisan puisi itu. Dia butuh menulis puisi. Puisi ibarat orang yang dia taksir dan ingin dia pacari. Dia belum menyatakan cintanya, tapi dia ingin tahu banyak dan seperti terseret untuk lebih dekat, lebih banyak kenal. </p>
<p>4.	<strong><em>Tahap Mahir Puisi.</em></strong><br />
Pada tahap ini, orang sudah percaya diri menunjukkan puisinya pada orang lain. Puisinya tersiar di beberapa terbitan. Puisinya tergabung pada beberapa antologi. Dia telah menerbitkan puisi.<br />
Dia suka memperhatikan puisi-puisi orang lain, untuk menambah kemahirannya . Dia suka meresitalkan puisinya atau puisi orang lain. Dia mulai tahu bagaimana puisi yang baik dan terus menerus ingin memperbaiki puisinya.<br />
Secara teknis dia tak bermasalah lagi dengan puisi. Dia telah membuka diri bahwa dia telah menjalin hubungan khusus dengan puisi. Dia telah memacari puisi.</p>
<p>5.	<strong><em>Tahap Cinta Puisi.</em></strong><br />
Dia telah menemukan dirinya dalam puisi.<br />
Dia mencintai puisi seperti mencintai dirinya. Dia menghargai dirinya dengan lebih baik, sebaik dia menghargai puisinya dan puisi lain yang ditulis orang lain.<br />
Dia menulis puisi untuk meyakinkan bahwa dirinya berharga untuk terus ada. Dia ingin orang lain membaca puisinya seperti orang membaca dirinya. Dia bisa membuat orang menghargai puisinya seperti menghargai dirinya.<br />
Dia membaca puisi orang lain dan dengan nyaman juga seperti bertemu bagian-bagian dari dirinya ada dalam puisi itu. Dia seperti telah menikahi puisi. Dia berumah tangga dan membangun kehidupan yang berbahagia dengan puisi.</p>
<p>6.	<strong><em>Tahap Arif Puisi.</em></strong><br />
Ini tahap tertinggi. Orang yang sudah mencapai kearifan berpuisi. Dia tak ada beban lagi harus menulis puisi atau tidak, tapi dia terus saja menulis puisi sebagai laku hidup, seperti bernapas.<br />
Puisi itu penting buatnya tapi dia melakukannya tanpa beban apa-apa. Dia tak ingin mencapai apa-apa lagi lewat puisi karena dia telah mencapai Puisi.<br />
Dia seperti telah memahami hakikat yang Mahapuisi. Menyebut namanya, orang langsung mengingat puisi-puisinya. Dia sendiri telah menjelma menjadi semacam puisi juga. Menyebut puisi, orang bahkan dengan mudah jadi teringat pada dia juga.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fairy2785.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fairy2785.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fairy2785.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fairy2785.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fairy2785.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fairy2785.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fairy2785.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fairy2785.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fairy2785.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fairy2785.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fairy2785.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fairy2785.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fairy2785.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fairy2785.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=179&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/enam-tahap-mengakrabi-puisi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67cadedf0bb73746710a37e92f3a9bd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fairy2785</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tujuh Hakikat Chairil</title>
		<link>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/tujuh-hakikat-chairil/</link>
		<comments>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/tujuh-hakikat-chairil/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:33:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairy2785</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[chairil anwar]]></category>
		<category><![CDATA[syair]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fairy2785.wordpress.com/?p=177</guid>
		<description><![CDATA[* Tulisan ini disimpulkan dari sebuah tulisan dalam buku Chairil Anwar, Pulanglah Dia Si Anak Hilang, Kumpulan Terjemahan dan Esai, Granit, Jakarta, 2003<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=177&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BAGAIMANAKAH seorang penyair mengolah kehidupannya sebagai bahan sajak-sajaknya? Ini pertanyaan mendasar dan abadi. Tugas menyair adalah menjawab pertanyaan itu terus-menerus.</p>
<p>1.	<del datetime="2009-09-08T08:22:02+00:00"><em>HAKIKAT POKOK &amp; BAHAN.</em></del><br />
Yang penting adalah hasil sajak yang dicapai, bukan bahan yang dipakai untuk membuat dan mencapai hasil sajak itu. Sajak terbentuk dari kata-kata, seperti juga sebuah lukisan dari cat dan sehelai kain, atau sebuah patung dari pualam, lempung dan sebagainya. Tapi mereka yang mengalami keterharuan ketika melihat suatu lukisan atau sebuah patung, tidak akan menganggap kwalitet cat dan kain atau batu pualam sebagai soal yang penting, soal yang pokok. Bukanlah bahan-bahan yang dipakai yang penting; yang penting adalah hasil yang tercapai.</p>
<p>2.	<em><del datetime="2009-09-08T08:22:02+00:00">HAKIKAT BENTUK &amp; ISI.</del></em><br />
Hasil sajak bisa dinilai dari bentuk dan isi, tetapi kedua hal itu tidak bisa dipisahkan, keduanya bisa dilihat satu per satu tapi keduanya juga bisa dipandang sebagai satu hal yang padu. &#8220;Hasil&#8221; ini pada umumnya &#8220;terbagi&#8221; dalam bentuk dan isi. Tetapi &#8220;pembatasan&#8221; yang sangat nyata dan terang antara bentuk dan isi tidak pula bisa dikemukakan, sebab dalam kesenian, bentuk dan isi ini tidak hanya rapat berjalan sama.</p>
<p>3.	<del datetime="2009-09-08T08:22:02+00:00"><em>HAKIKAT 1 POKOK &amp; 2 CARA MENYATAKAN.</em></del><br />
 Satu pokok yang sama bisa menghasilkan dua sajak yang berbeda, sebab dua penyair yang berbeda memandang pokok yang sama tadi dengan perasaan yang berbeda, dan menyatakan perasaan tadi juga dengan perasaan yang berbeda.<br />
Jika dua orang pelukis sama-sama melukiskan suatu bagian dari kota, bisa jadi kejadian yang lukisan satu mengagumkan kita, sedangkan lukisan yang lain jelek. Perbedaan bukankah jadinya terletak pada &#8220;pokok&#8221;, karena di sini pokok adalah sama. Perbedaan terletak dalam perasaan-perasaan yang mengiringi pemandangan di kota tadi, dan dalam cara bagaimana perasaan-perasaan itu mencapai pernyataannya.</p>
<p>4.	<del datetime="2009-09-08T08:22:02+00:00"><em>HAKIKAT POKOK-POKOK &amp; SATU SENIMAN</em></del>.<br />
 Penyair tidak bergantung pada satu pokok saja. Dari pokok-pokok yang berbeda jauh, seorang penyair bisa menghasilkan sajak yang sama mengharukan perasaan pembaca.<br />
Sebagaimana suatu pokok bisa mengesankan pada dua orang pelukis, begitu juga sebaliknya, dua pokok bisa meninggalkan keterharuan yang sama pada seorang pelukis. Lukisan yang sederhana dari sepasang sepatu tua bisa &#8220;sebagus&#8221; lukisan satu pot kembang yang berbagai warna. Karena yang tampak oleh kita bukanlah semata-mata sepatu tua itu, tapi adalah sepatu tua yang &#8220;terasa bagus&#8221; &#8211; dan karena si seniman sanggup menyatakan sepenuhnya dengan garis dan bentuk, karena itu pula maka bisa dia memaksa kita mengakui hasil keseniannya.</p>
<p>5.	<del datetime="2009-09-08T08:22:02+00:00"><em>HAKIKAT TENAGA PERASAAN &amp; PERKAKAS SAJAK</em>.</del><br />
 Bahasa menyediakan perkakas sajak bagi penyair. Perkakas itu hanya alat bantu yang berguna bila si penyair punya tenaga perasaan untuk mencipta pokok sajak menjadi sajak.<br />
Jadi yang penting ialah: si seniman dengan caranya menyatakan harus memastikan tentang tenaga perasaan-perasaannya. Perkakas-perkakas yang bisa dipakai oleh si penyair untuk menyatakan adalah bahan-bahan bahasa, yang dipakainya dengan cara intuitif. Dengan &#8220;memakaikan&#8221; tinggi-rendah dia bisa mencapai suatu keteraturan, dan dalam keteraturan ini diusahakannya variasi: irama dari sajaknya dipakainya sebagai perkakas untuk menyatakan. Lagu dari kata-katanya bisa pula dibentuknya sehingga bahasanya menjadi berat dan lamban atau menjadi cepat dan ringan. Dia bisa memilih kata-kata dan hubungan-kata yang tersendiri, ditimbang dengan saksama atau kata-kata itu menyatakan apa yang dimaksudnya. Bentuk kalimatnya bisa dibikinnya menyimpang dari biasa, dengan begitu mengemukakan dengan lebih halus, lebih pelik apa yang hidup dalam jiwanya. </p>
<p>6.	<del datetime="2009-09-08T08:22:02+00:00"><em>HAKIKAT KETERHUBUNGAN PEMBACA &amp; POKOK SAJAK.</em></del><br />
 Jika sajak yang istimewa sudah selesai, maka pembaca berhak menikmati keistimewaan itu. Kenikmatan yang diperoleh pembaca sajak tidak lagi ditentukan oleh hanya oleh perkakas yang dipakai oleh penyair, tetapi oleh kesamaan pautan perasaannya pada pokok sajak.<br />
Dengan irama dan lagu, dengan kalimat dan pilihan kata yang tersendiri dan dengan perbandingan-perbandingan si penyair menciptakan sajaknya dan hanya jika si pembaca sanggup memperhatikan dengan teliti &#8220;keistimewaan&#8221; yang tercapai oleh si penyair, bisalah si pembaca mengertikan dan merasakan sesuatu sajak dengan sepenuhnya. Merasa sebuah sajak bagus tidaklah harus didasarkan atas suatu atau beberapa dari &#8220;perkakas&#8221; bahasa yang disebut tadi, tapi harus didasarkan atas kerja sama dan perhubungannya yang sama dengan &#8220;pokok&#8221;.</p>
<p>7.	<del datetime="2009-09-08T08:22:02+00:00"><em>HAKIKAT MEMILIH POKOK &amp; KETERHARUAN YANG BERULANG. </em></del><br />
Penyair memilih &#8211; dengan sadar atau dengan tidak sadar &#8211; pokok-pokok mana yang ia ambil untuk ia sajakkan. Ia juga bisa digerakkan oleh satu pokok yang sama, lalu menyajakkannya berulang-ulang.<br />
Bahwasanya pokok tidak menentukan nilai hasil kesenian, bukanlah berarti bahwa semua pokok bisa membawa keterharuan yang sama pada penyair. Sebaliknya malahan: sudah tentu saja bahwa berbagai peristiwa dalam alam dan dalam kehidupan manusia tidak kita hiraukan, karena dia tidak menduduki tempat yang &#8220;penting&#8221; dalam kehidupan kita. Percintaan, kelahiran, kematian, kesepian, matahari dan bulan, ketuhanan &#8211; inilah pokok-pokok yang berulang-ulang telah mengharukan si seniman.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fairy2785.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fairy2785.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fairy2785.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fairy2785.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fairy2785.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fairy2785.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fairy2785.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fairy2785.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fairy2785.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fairy2785.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fairy2785.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fairy2785.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fairy2785.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fairy2785.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=177&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/tujuh-hakikat-chairil/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67cadedf0bb73746710a37e92f3a9bd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fairy2785</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sembilan Aturan Sapardi * Perihal Sajak Lirik</title>
		<link>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/sembilan-aturan-sapardi-perihal-sajak-lirik/</link>
		<comments>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/sembilan-aturan-sapardi-perihal-sajak-lirik/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:20:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairy2785</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Abdul Hadi WM]]></category>
		<category><![CDATA[aturan]]></category>
		<category><![CDATA[sajak lirik]]></category>
		<category><![CDATA[sapardi djoko damono]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fairy2785.wordpress.com/?p=175</guid>
		<description><![CDATA[* Disarikan dari buku "Sihir Rendra: Permainan Makna", terbitan Pustaka Firdaus, Jakarta, 1999<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=175&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BUTIR-BUTIR berikut ini disarikan dari tulisan berjudul &#8220;Keremang-remangan Suatu Gaya&#8221;, yaitu sebuah ulasan Sapardi Djoko Damono atas sajak Abdul Hadi WM.</p>
<p>1.	Sebuah sajak yang buruk biasanya berusaha &#8220;meyakinkan&#8221; pembacanya dan dengan demikian memaksanya saja untuk mendengar dengan pasif.</p>
<p>2.	Perasaan yang paling khas dalam arti: yang paling banyak melibatkan manusia dari zaman ke zaman, adalah bahan terbaik untuk sajak lirik.</p>
<p>3.	Penyair harus menjelmakan perasaan yang klise itu sebagai bahan sajaknya &#8212; misalnya cinta &#8212; dengan segar, menjadi sajak yang segar dengan ungkapan yang tidak klise, tetapi harus unik dan personal.</p>
<p>4.	Untuk menuliskan sajak lirik yang baik, penyair harus cermat mengamati dan mencatat perasaan-perasaan sendiri dan peristiwa-peristiwa di alam sekitarnya.</p>
<p>5.	Dua elemen penting dalam sajak lirik adalah menyatakan perasaan yang samar-samar dan dengan cara yang sederhana menyatukannya dengan alam sekitar.</p>
<p>6.	Kesamar-samaran itu unik, dan dia akan menjadi tidak unik lagi, dan berhenti sebagai puisi &#8211; kalau ia digamblangkan.</p>
<p>7.	Penyair harus sadar bahwa sebenarnya perasaan yang samar-samar itu tidak komunikatif, dan penyair harus mengkomunikasikannya, dengan bahasa, alat komunikasi.</p>
<p>8.	Ujian bagi penyair lirik: ia mungkin tergelincir ke dalam sajak-sajak gelap, sajak-sajak yang sama sekali kehilangan kontak dengan pembaca atau ia menghasilkan sajak yang habis sekali baca bahkan tidak jarang sudah habis sebelum dibaca sampai terakhir.</p>
<p>9.	Penyair harus meletakkan sajak liriknya tepat pada garis yang memisahkan kedua kemungkinan tersebut di atas. Itulah garis yang harus dicari, ditemukan dan dicapai oleh penyair lirik yang baik.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fairy2785.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fairy2785.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fairy2785.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fairy2785.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fairy2785.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fairy2785.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fairy2785.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fairy2785.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fairy2785.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fairy2785.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fairy2785.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fairy2785.wordpress.com/175/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fairy2785.wordpress.com/175/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fairy2785.wordpress.com/175/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=175&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/sembilan-aturan-sapardi-perihal-sajak-lirik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67cadedf0bb73746710a37e92f3a9bd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fairy2785</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Delapan Saran Sapardi * Tentang Bagaimana Memainkan Citraan</title>
		<link>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/delapan-saran-sapardi-tentang-bagaimana-memainkan-citraan/</link>
		<comments>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/delapan-saran-sapardi-tentang-bagaimana-memainkan-citraan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 07:54:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairy2785</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[Acep Zamzam Noor]]></category>
		<category><![CDATA[citraan]]></category>
		<category><![CDATA[puisi]]></category>
		<category><![CDATA[sapardi djoko damono]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fairy2785.wordpress.com/?p=172</guid>
		<description><![CDATA[* Disarikan dari "Pedususan Acep" dalam buku "Sihir Rendra: Permainan Makna", Pustaka Firdaus, 1999<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=172&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Citraan atau imagery</em></strong> adalah salah satu pembangun struktur fisik puisi bersama diksi, majas atau gaya bahasa dan persajakan bunyi.<br />
Bagaimanakah seharusnya citraan itu dibangun oleh penyair? Apakah peran dari pencitraan itu bagi puisi? Sapardi Djoko Damono menulis telaah atas sajak Acep Zamzam Noor.</p>
<p>1.	C<em>itraan (imagery) adalah alat utama penyair dalam mengungkapkan pengalaman batinnya, alat itu tidak bisa dipisahkan dari dunia yang sangat dikenalnya.</em></p>
<p>2.	Penyair harus menjaga kejujurannya ketika mengungkapkan pengalamannya dan bagaimana cara dia mengungkapkan pengalaman itu.</p>
<p>3.	Sebagai tukang yang berurusan dengan kata, penyair harus menguasai sepenuhnya seluk-beluk penggunaan alatnya.</p>
<p>4.	Yang harus diperhatikan oleh penyair adalah penguasaan alat, bukan kecenderungan umum yang mungkin sedang berlaku di dunia pertukangan itu.</p>
<p>5.	Jika penyair memaksakan penggunaan alat yang tidak dikuasainya dengan baik, cara pengungkatapn dalam puisinya pasti terasa dibuat-buat dan dengan demikian pengalaman yang diungkapkannya juga terasa dangkal.</p>
<p>6.	Setiap sajak, tentu saja, adalah percobaan; penyair bisa saja membuat percobaan dengan menggunakan alat yang sama dengan intensitas yang semakin meningkat.</p>
<p>7.	Ia juga bisa mencoba alat lain dalam percobaannya itu, dengan konsekuensi harus mampu menguasai alatnya yang baru itu dengan baik.</p>
<p>8.	Perjuangan menguasa alat itu bisa merupakan perjuangan yang mungkin saja menghabiskan umur seseorang sebelum kelihatan hasilnya, sebab dalam hal ini penguasaan alat sama sekali tidak bisa dipisahkan dari pertumbuhan dan perkembangan hidup seseorang.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fairy2785.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fairy2785.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fairy2785.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fairy2785.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fairy2785.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fairy2785.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fairy2785.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fairy2785.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fairy2785.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fairy2785.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fairy2785.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fairy2785.wordpress.com/172/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fairy2785.wordpress.com/172/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fairy2785.wordpress.com/172/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=172&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/delapan-saran-sapardi-tentang-bagaimana-memainkan-citraan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67cadedf0bb73746710a37e92f3a9bd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fairy2785</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Enam Aksioma Aoh</title>
		<link>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/enam-aksioma-aoh/</link>
		<comments>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/enam-aksioma-aoh/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 07:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairy2785</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[aksioma]]></category>
		<category><![CDATA[Aoh K Hadimadja]]></category>
		<category><![CDATA[sastra]]></category>
		<category><![CDATA[seni mengarang]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fairy2785.wordpress.com/?p=170</guid>
		<description><![CDATA[Sastrawan Aoh K Hadimadja (1911-1973) menulis buku &#8220;Seni Mengarang&#8221;. Ada sejumlah aksioma-pernyataan yang kebenarannya umum diterima, tak perlu dibuktikan yang bisa dipetik dari buku itu. Saya merangkum, dan sebisanya memberi penjelasan. 1. Pekerjaan mengarang adalah kontinyuitas dalam berpikir dan bekerja, yang tidak boleh diputus-putus. Ini nasihat yang berat. Tapi mutak dijalani kalau ingin menghasilkan karangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=170&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sastrawan <del datetime="2009-09-08T07:28:44+00:00"><em>Aoh K Hadimadja</em></del> (1911-1973) menulis buku &#8220;Seni Mengarang&#8221;.<br />
Ada sejumlah aksioma-pernyataan yang kebenarannya umum diterima, tak perlu dibuktikan yang bisa dipetik dari buku itu. Saya merangkum, dan sebisanya memberi penjelasan.</p>
<p>1.	<strong><em>Pekerjaan mengarang adalah kontinyuitas dalam berpikir dan bekerja, yang tidak boleh diputus-putus.</em></strong><br />
Ini nasihat yang berat. Tapi mutak dijalani kalau ingin menghasilkan karangan yang hebat. Banyak pengarang yang sampai pada suatu waktu berhenti mengarang. Berhenti mengarang memang bukan dosa. Tetapi hasil puncak yang mungkin akan bisa tercapai bila si pengarang itu terus-menerus menghasikan karangan. Kontinyuitas yang tak terputus-putus bisa diartikan sendiri oleh pengarang paruh waktu &#8211; yang masih bekerja di bidang lain sebagai penopang nafkah &#8211; atau pengarang yang sepenuh waktunya dicurahkan untuk mengarang.</p>
<p>2.	&lt;<strong>em&gt;Pengarang itu jiwanya pencari, yang terus-menerus mencari jawab atas rupa-rupa pertanyaan, baik yang bersangkutan dengan jiwa manusia, maupun dengan masyarakat dan ketuhanan.</em></strong><br />
Pertanyaan adalah pelumas dari kepengarangan. Pertanyaan adalah pendorong ke pencarian. Pencarian pengarang mungkin tidak selalu sampai pada jawaban yang sesungguhnya dari pertanyaan itu. Tetapi pertanyaannya yang baik, yang mewakili pertanyaan dan kerisauan orang banyak, bisa mendorong orang banyak bersama-sama atau bersendirian, mencari jawaban masing-masing.</p>
<p>3.	<strong><em>Pengarang dianjurkan untuk sering melakukan perjalanan, mengamati apa yang ia lihat dalam perjalanan dan membuat catatan dari hasil pengamatannya itu.</em></strong><br />
Perjalanan tidak harus dilakukan oleh jasmani pengarang saja. Perjalanan batin pun bisa menggerakkan pengarang ke wilayah-wilayah kreatif yang tak terduga. Perjalanan jasmani yang tak diikuti oleh batin yang siap mengembara pun akan sia-sia. Batin yang tak siap akan luput mengamati pernik-pernik penting dan menarik sepanjang perjalanan.</p>
<p>4.	<strong><em>Pengarang sebaiknya membiasakan diri menulis buku harian. Buku harian bisa menjadi bahan karangan dan bisa juga dianggap sebagai latihan menulis yang sangat baik.</em></strong><br />
Yang hakiki pada kebiasaan menulis buku harian adalah membiasakan kebiasaan menulis itu sendiri. Buku harian memaksa pengarang untuk memegang pena dan membuka buku, menghidupkan komputer atau laptop. Dalam hidup yang dilewati sehari pasti banyak hal terjadi, di buku harian apa yang banyak itu dipilih yang paling menarik untuk dicatat.</p>
<p>5.	<strong><em>Pengarang harus membaca dengan teliti dan disiplin. Buatlah catatan selama membaca dan buatlah tinjauan cerita setelah selesai membaca.</em></strong><br />
Membaca dengan teliti dan disiplin, bukan membaca yang asal lewat. Membaca adalah sebuah pekerjaan kreatif yang aktif, bukan pasif. Apa yang ditemukan selama membaca sebuah karangan adalah sah milik si pembaca. Maka ia sebaiknya mencatat penemuannya itu. Tinjauan cerita bisa berisi sikap, penilaian pembaca atas apa yang ia baca. Pembaca harus mengambil pelajaran dari apa yang ia baca.</p>
<p>6.	<strong><em>Pengarang disarankan untuk banyak menerjemahkan karya-karya sastra yang baik. Menerjemahkan karya sastra adalah sebuah latihan yang sangat baik.</em></strong><br />
Membaca karya dalam bahasa asing, kemudian menerjemahkannya, mendorong pengarang untuk menggauli karya asing yang ia baca itu lebih intim. Tabir perbedaan bahasa yang dikuak selembar-selembar, sekata demi sekata menawarkan ketegangan dan pengalaman yang mengasah kepekaan si pengarang. Kelak, si pengarang akan terlatih memilih kata untuk menerjemahkan ide yang ada di kepalanya</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fairy2785.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fairy2785.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fairy2785.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fairy2785.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fairy2785.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fairy2785.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fairy2785.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fairy2785.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fairy2785.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fairy2785.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fairy2785.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fairy2785.wordpress.com/170/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fairy2785.wordpress.com/170/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fairy2785.wordpress.com/170/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=170&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/enam-aksioma-aoh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67cadedf0bb73746710a37e92f3a9bd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fairy2785</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Delapan Pedoman Asrul</title>
		<link>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/delapan-pedoman-asrul/</link>
		<comments>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/delapan-pedoman-asrul/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2009 07:28:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairy2785</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tips Menulis]]></category>
		<category><![CDATA[asrul sani]]></category>
		<category><![CDATA[karya sastra]]></category>
		<category><![CDATA[pedoman]]></category>
		<category><![CDATA[Tips]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fairy2785.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Dari pengarang-pengarang terdahulu, kita sebenarnya mendapat banyak bahan untuk bersikap arif untuk menjalani dan memasuki dunia kepengarangan &#8211; apapun yang kita tulis, prosakah atau puisikah. 1. Pengalaman Jadikan Kesadaran. Menulis tentang kesusasteraan ialah menulis perihal derita, kegembiraan, kepahitan, dan kemanisan yang telah dialami, pengalaman yang telah jadi kesadaran dan kemudian beroleh bentuk dalam kata yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=167&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari pengarang-pengarang terdahulu, kita sebenarnya mendapat banyak bahan untuk bersikap arif untuk menjalani dan memasuki dunia kepengarangan &#8211; apapun yang kita tulis, prosakah atau puisikah.</p>
<p>1.	<strong><em>Pengalaman Jadikan Kesadaran. </em></strong><br />
Menulis tentang kesusasteraan ialah menulis perihal derita, kegembiraan, kepahitan, dan kemanisan yang telah dialami, pengalaman yang telah jadi kesadaran dan kemudian beroleh bentuk dalam kata yang membentuk kalimat dan kalimat yang menjadikan karangan.</p>
<p>2.	<strong><em>Menulislah, Jangan cuma Menangis. </em></strong><br />
Kita tidak akan dapat menulis karya sastra jika kita menyelesaikan derita kita dengan sebuah keluh atau berurai air mata ataupun mengepalkan tinju. Karena bagaimana murni pun perasaan yang menjadi sumber air mata itu, ia tak akan lebih dari air mata biasa: belum kesusasteraan.</p>
<p>3.	<strong><em>Kata yang Liar, Jinakkanlah.</em></strong><br />
Setiap puisi terdiri dari kata, kata yang liar dan kasar, kemudian dijinakkan oleh penyair dan dipatuhkannya kepada kehendaknya.</p>
<p>4.	<strong><em>Yang Tak Mengarang Bukan Pengarang. </em></strong><br />
Pengarang baru jadi penting kalau ia mengarang. Jika pekerjaan ini tidak ia lakukan, maka tidaklah ia mencampuri kehidupan orang lain, dan karena itu tidak akan kita campuri.</p>
<p>5.	<strong><em>Pengarang Penting, Pembaca Penting. </em></strong><br />
Jika orang menilai karya sastera, maka orang dapat memperhatikan dua hal: pengarangnya, dan orang banyak yang membaca karya sastra. Untuk pengarang, kita menyatakan kepadanya apakah ia telah berlaku sewajarnya, apakah ia jujur, apakah betul dasar kenyataan yang ia kemukakan. Orang banyak itu penting, sebab sebuah karangan belum lagi mencapai tujuannya jika ia baru berbentuk buku belum dibaca. Setiap hasil seni mengandung &#8220;beban&#8221;, dan &#8220;beban&#8221; ini dikandungkan untuk dikeluarkan kembali oleh pembaca, dengan cara membaca karangan tersebut.</p>
<p>6.	<strong><em>Bacalah, Terharulah, Nikmatilah.</em></strong><br />
Mengeluarkan isi atau beban hasil seni adalah rahmat karena di dalamnya terkandung keterharuan dan kenikmatan. Ia adalah &#8220;nafkah&#8221; yang kita dapat waktu kita membaca buku.</p>
<p>7.	<strong><em>Kenapa Harus Ada Kritik?</em></strong><br />
Kritik kesusasteraan dibenarkan sebab ia tidak saja menyatakan dan menyebarkan kesusasteraan yang telah dibuat, tapi karena ia adalah semacam pasukan-pasukan yang termaju ke depan yang akan membebaskan daerah-daerah baru bagi kita dan dengan demikian mempertinggi nafkah kita waktu membaca hasil kesusateraan</p>
<p>8.	<strong><em>Media dan Kritik yang Membantu </em></strong><br />
Majalah-majalah kesusasteraan baru dapat dihalalkan kehidupannya, jika mempunyai kecondongan-kecondongan seperti yang dilakukan oleh kritik, pasukan-pasukan terkemuka ini. Ia membantu orang banyak membentuk kesusasteraan</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fairy2785.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fairy2785.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fairy2785.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fairy2785.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fairy2785.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fairy2785.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fairy2785.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fairy2785.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fairy2785.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fairy2785.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fairy2785.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fairy2785.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fairy2785.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fairy2785.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=167&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/08/delapan-pedoman-asrul/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67cadedf0bb73746710a37e92f3a9bd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fairy2785</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lucifer</title>
		<link>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/07/lucifer/</link>
		<comments>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/07/lucifer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 02:37:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairy2785</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernik'S]]></category>
		<category><![CDATA[ajaran kristen]]></category>
		<category><![CDATA[bintang fajar]]></category>
		<category><![CDATA[lucifer]]></category>
		<category><![CDATA[setan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/07/lucifer/</guid>
		<description><![CDATA[Lucifer adalah nama yang seringkali diberikan kepada Setan-dalam keyakinan Kristen-karena penafsiran tertentu atas sebuah ayat dalam Kitab Yesaya. Secara lebih khusus, diyakini bahwa inilah nama Setan sebelum ia diusir dari surga. Dalam bahasa Latin, kata &#8220;Lucifer&#8221; yang berarti &#8220;Pembawa Cahaya&#8221; (dari lux, lucis, &#8220;cahaya&#8221;, dan &#8220;ferre&#8221;, &#8220;membawa&#8221;), adalah sebuah nama untuk &#8220;Bintang Fajar&#8221; (planet Venus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=162&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Lucifer</em></strong> adalah nama yang seringkali diberikan kepada Setan-dalam keyakinan Kristen-karena penafsiran tertentu atas sebuah ayat dalam Kitab Yesaya.<br />
Secara lebih khusus, diyakini bahwa inilah nama Setan sebelum ia diusir dari surga.<br />
Dalam bahasa Latin, kata &#8220;Lucifer&#8221; yang berarti <del datetime="2009-09-07T02:35:32+00:00">&#8220;Pembawa Cahaya&#8221;</del> (dari lux, lucis, &#8220;cahaya&#8221;, dan &#8220;ferre&#8221;, &#8220;membawa&#8221;), adalah sebuah nama untuk &#8220;Bintang Fajar&#8221; (planet Venus ketika muncul pada dini hari).<br />
Versi Vulgata Alkitab dalam bahasa Lain menggunakan kata ini dua kali untuk merujuk kepada Bintang Fajar: sekali dalam <em>2 Petrus 1:19</em> untuk menerjemahkan kata bahasa Yunani &#8220;Φωσφόρος&#8221; (Fosforos), yang mempunyai arti harafiah yang persis sama dengan &#8220;Pembawa Cahaya&#8221; yang dimiliki &#8220;Lucifer&#8221; dalam bahasa Lain;<br />
dan sekali dalam Yesaya 14:12 untuk menerjemahkan <em>&#8220;הילל&#8221; (Hêlēl)</em>, yang juga berarti &#8220;Bintang Fajar&#8221;.<br />
Dalam ayat yang belakangan nama &#8220;Bintang Fajar&#8221; diberikan kepada raja Babilonia yang tirani, yang dikatakan oleh nabi akan jatuh. Ayat ini belakangan diberikan kepada raja iblis, dan dengan demikian nama &#8220;Lucifer&#8221; kemudian digunakan untuk Setan, dan dipopulerkan dalam karya-karya seperti &#8220;Inferno&#8221; oleh Dante dan Paradise Lost oleh Milton, tetapi bagi para pengguna bahasa Inggris, pengaruhnya yang terbesar disebabkan karena nama ini digunakan dalam Alkitab Versi Raja James, sementara versi-versi bahasa Inggris lainnya menerjemahkannya dengan &#8220;Bintang Fajar&#8221; atau &#8220;Bintang Siang&#8221;.<br />
Sebuah nas serupa dalam Kitab Yehezkiel 28:11-19 mengenai raja Tirus juga diberikan kepada Setan, sehingga menambahkan gambaran lain kepada gambaran Setan dan kejatuhannya yang tradisional.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fairy2785.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fairy2785.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fairy2785.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fairy2785.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fairy2785.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fairy2785.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fairy2785.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fairy2785.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fairy2785.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fairy2785.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fairy2785.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fairy2785.wordpress.com/162/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fairy2785.wordpress.com/162/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fairy2785.wordpress.com/162/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=162&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/07/lucifer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67cadedf0bb73746710a37e92f3a9bd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fairy2785</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEGASUS</title>
		<link>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/07/pegasus/</link>
		<comments>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/07/pegasus/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 02:33:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairy2785</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernik'S]]></category>
		<category><![CDATA[athena]]></category>
		<category><![CDATA[kudaputih bersayap]]></category>
		<category><![CDATA[mitologi yunani]]></category>
		<category><![CDATA[pegasus]]></category>
		<category><![CDATA[Poseidon]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fairy2785.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Pegasus digambarkan sebagai kuda putih bersayap. Namanya berasal dari bahasa Yunani “pegai” yang berarti sumur/ mata air, atau “pihassas” yang berarti petir. Kisahnya berawal dari Poseidon, dewa Laut dan penguasa kuda, yang jatuh cinta pada dara cantik Medusa. Marah karena kuilnya dijadikan tempat bercinta, Athena mengutuk Medusa menjadi monster berambut ular. Ketika Perseus memenggal leher [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=160&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Pegasus</em></strong> digambarkan sebagai kuda putih bersayap. Namanya berasal dari bahasa Yunani <del datetime="2009-09-07T02:31:15+00:00">“pegai”</del> yang berarti sumur/ mata air, atau <del datetime="2009-09-07T02:31:15+00:00">“pihassas”</del> yang berarti petir.<br />
Kisahnya berawal dari Poseidon, dewa Laut dan penguasa kuda, yang jatuh cinta pada dara cantik Medusa. Marah karena kuilnya dijadikan tempat bercinta, Athena mengutuk Medusa menjadi monster berambut ular.<br />
Ketika Perseus memenggal leher Medusa, dari darahnya lahir Pegasus dan saudaranya, ksatria bernama Chrysaor –sang Pedang Emas. Pegasus terbang ke Gunung Helicon, tempat tinggal dewi-dewi musa. Pada tempat ia menjejakkan kaki muncullah mata air yang kemudian dinamai Hipocrene, the horse’s spring.<br />
Ketika Bellerophon, yang diutus Raja Lycia mengutus membasmi monster Chimaera, bermalam di kuil Athena, sang dewi datang dalam mimpi memberikan tali kekang emas serta menunjukkan keberadaan Pegasus. Setelah tugasnya tuntas Bellerophon berambisi terbang ke puncak Olympus, tempat tinggal dewa-dewa. Zeus, pimpinan para dewa, menjadi murka dan mengutus serangga menyengat Pegasus. Bellerophon jatuh. Nyawanya diselamatkan Athena tapi ia menjadi buta. Sisa hidupnya dihabiskan sebagai pengembara yang dibenci dewa maupun manusia. Ia tak pernah lagi bertemu dengan Pegasus. Sementara itu Pegasus mencapai Olympus. Ia membawakan petir Zeus, dan akhirnya diabadikan menjadi gugusan bintang</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fairy2785.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fairy2785.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fairy2785.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fairy2785.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fairy2785.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fairy2785.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fairy2785.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fairy2785.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fairy2785.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fairy2785.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fairy2785.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fairy2785.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fairy2785.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fairy2785.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=160&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/07/pegasus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67cadedf0bb73746710a37e92f3a9bd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fairy2785</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mitologi Yunani</title>
		<link>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/07/mitologi-yunani/</link>
		<comments>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/07/mitologi-yunani/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2009 02:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>fairy2785</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pernik'S]]></category>
		<category><![CDATA[cerberus]]></category>
		<category><![CDATA[Chronus]]></category>
		<category><![CDATA[hades]]></category>
		<category><![CDATA[hermes]]></category>
		<category><![CDATA[mitologi yunani]]></category>
		<category><![CDATA[mount Olympus]]></category>
		<category><![CDATA[persephone]]></category>
		<category><![CDATA[tartarus]]></category>
		<category><![CDATA[thanatos]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://fairy2785.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Mitologi Yunani adalah kumpulan legenda Yunani tentang dewa-dewi Yunani serta para pahlawan yang berawal dan tersebar melalui tradisi lisan. Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri. Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya yang mungkin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=158&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><em>Mitologi Yunani</em> </strong>adalah kumpulan legenda Yunani tentang dewa-dewi Yunani serta para pahlawan yang berawal dan tersebar melalui tradisi lisan.<br />
Kebanyakan dewa Yunani digambarkan seperti manusia, dilahirkan namun tak akan tua, kebal terhadap apapun, bisa tak terlihat, dan tiap dewa mempunyai karakteristik tersendiri.<br />
Karena itu, para dewa juga memiliki nama-nama gelar untuk tiap karakternya yang mungkin lebih dari 1 seperti Demeter. Dewa-dewi ini terkadang membantu manusia dan bahkan memperistri seorang wanita manusia menghasilkan anak yang setengah manusia setengah dewa. Anak-anak inilah yang kemudian dikenal sebagai <em>pahlawan</em>.<br />
Walaupun ada berbagai mitologi di seluruh dunia kata mitologi berasal dari Yunani yang terdiri dari 2 kata<br />
•	Muthos yang dalam bahasa Yunani berarti sebuah seni bahasa<br />
•	Logos yang berarti sebuah kata, sabda, firman, cerita atau argumen yang meyakinkan.<br />
Beberapa sumber yang dipakai sebagai rujukan mitologi Yunani antara lain adalah karya-karya Homerus dan Hesiodus.</p>
<p><del datetime="2009-09-07T02:19:14+00:00"><em>HADES</em></del><br />
Hades (dari kata Yunani <strong><em>ᾍδης, Hadēs, atau Ἅιδης, Háidēs</em></strong>) adalah dewa kematian atau dewa neraka dalam Mitologi Yunani. Hades juga dikenal dengan nama Pluto (<em><strong>Πλούτων, Plouton</strong></em>) dalam Mitologi Romawi.<br />
Karakter Hades sering digambarkan bersama anjing berkepala tiga bernama Cerberus di dunia bawah tanah (neraka).<br />
Di dalam kekristenan kata Hades dipakai untuk menterjemahkan kata Sheol, שאול (Sh&#8217;ol) dalam bahasa Ibrani, yang artinya alam kubur manusia atau &#8220;dunia di bawah&#8221;. Bahasa Indonesia menerjemahkan kata Hades yang berarti alam kubur tersebut dengan kata neraka, diambil dari bahasa Sanskerta, dengan arti yang sama<br />
Hades adalah dewa penguasa dunia bawah (underworld) dalam mitologi Yunani. Dalam mitologi itu, underworld adalah <em>Tartarus</em>, sebuah tempat dimana Hades sangat berkuasa. Gerbang depan Tartarus dijaga oleh anjing berkepala tiga yang disebut <em>Cerberus</em>.\Setiap roh orang yang telah mati akan menuju ke Tartarus, dan dewa yang bertugas mengantar roh orang mati itu adalah <em><strong>Hermes</strong></em>, sang utusan.<br />
Hades adalah anak kedua dari Chronus dan Rhea, sang penguasa Olimpia sebelum Zeus. Chronus mempunyai 6 anak yaitu Zeus, Hades, Poseidon, Hestia, Demeter, dan Hera. Semua anak-anaknya ini sesudah dilahirkan direncanakan akan dibunuh oleh Chronus dengan memasukkan mereka kedalam mulutnya. Tetapi Zeus berhasil melarikan diri dan bersama dengan kelima saudaranya yang lain, mereka membunuh Chronus dan Zeus ditetapkan sebagai penguasa Olympia alias dewa tertinggi diantara dewa-dewa olimpia yang lain.<br />
Meskipun Hades berkuasa atas tempat orang mati, Hades bukanlah kematian/maut itu sendiri. Dewa yang bertugas untuk mengambil nyawa orang lain adalah <strong><em>Thanatos</em></strong>.<br />
Dalam mitologi Yunani, Hades digambarkan sebagai seorang yang berkepribadian gelap, tertutup, kejam, dan hampir selalu diidentikkan dengan kematian, walaupun dia bukanlah dewa kematian. Penggambaran fisik Hades dalam gambar-gambar dewa Yunani adalah seseorang yang besar, bertubuh gelap, berjanggut lebat, memakai mahkota di kepalanya, dan memegang tongkat (staff) yang melambangkan kekuasaannya atas dunia bawah.</p>
<p>Ratu Underworld adalah Persephone, putri dari Zeus dan Demeter, sang dewi kesuburan bumi. Hades tidak menikahi Persephone dengan cara yang baik-baik. Dia menculik Persephone dan menyekapnya dalam Tartarus. Tentu saja Demeter sangat marah dan sedih kehilangan anaknya. Bahkan Zeus-pun tidak berkuasa untuk mengembalikan Pesephone kembali kepada Demeter.<br />
Saking sedihnya Demeter, dia tidak lagi memberikan kesuburan di bumi, musim dingin berkepanjangan, dan tanaman tidak dapat tumbuh lagi di bumi. Banyak orang yang menderita akibat kesedihan Demeter yang kehilangan Persephone. Untuk mencegah bumi lebih menderita lagi, maka Hermes, sang utusan, bertugas sebagai mediator antara Hades dan Demeter agar Persephone dibiarkan bertemu kembali dengan ibunya. Hades membolehkan Persephone bersama ibunya selama setahun.<br />
Penggambaran Hades dan Tartarus adalah penggambaran tentang kegelapan dan kemisteriusan. Biasanya hal-hal yang gelap dan misterius selalu diidentikkan dengan kematian, walaupun kematian itu sendiri berbeda.</p>
<p>&lt;del datetime=&quot;2009-09-07T02:19:14+00:00&quot;<strong>Cerberus</strong></del><br />
C<em>erberus atau Kerberos ( Yunani: Κέρβερος, Kerberos, &#8220;iblis dari liang&#8221; )</em> adalah makhluk dari mitologi Yunani, hewan peliharaan Hades.Cerberus digambarkan sebagai anjing berkepala tiga yang mampu menyemburkan api. Awalnya Ia hanyalah seekor anjing kecil yang lucu namun ketika ia besar, Ia menjadi berkepala tiga dan mampu menyemburkan api. Ia merupakan penguasa dunia arwah.Tujuanya untuk menjaga agar tidak ada arwah yang melarikan diri dari dunia arwah.Cerberus juga mempunyai kemampuan melacak dan menemukan arwah-arwah yang melarikan diri.</p>
<p><del datetime="2009-09-07T02:19:14+00:00"><em>Hermes</em></del><br />
Dia adalah dewa paling bijak di antar dewa-dewa lainnya di Olympia. Dia merupakan utusan dan pengantar pesan kepada semua dewa-dewi.<br />
Hermes adalah putra dari Zeus dan Maia. Dia adalah utusan Zues. Hermes meruapakn dewa tercepat di antara dewa-dewi lainnya. Dia menggunakan kasut bersayap, tutup kepala bersayap dan membawa tongkat ajaib.<br />
Dia adalah dewa dari para pencuri dan dewa perdagangan. Dia adalah penuntun bagi jiwa-jiwa yang telah mati ke Tartarus atau dunia kematian, yaitu suatu tempat sebelum masa penghakiman.<br />
Dia menciptakan lirik, suling, dan skala dalam bidang musik, astronomi, berat dan ukuran, tinju, atletik dan manfaat dari pohon zaitun.</p>
<p><del datetime="2009-09-07T02:19:14+00:00"><em>Thanatos</em></del><br />
<em>Thanatos</em> adalah dewa para orang yunani. Dia digambarkan sebagai lambang kematian. Perannya dalam motilogi yunani sangat kecil. Dia dikalahkan oleh Hades, raja kematian.</p>
<p><del datetime="2009-09-07T02:19:14+00:00"><em>Tartarus</em></del><br />
Tartarus terletak di lapisan terjauh dari dunia. Lebih dalamd ari pada kerajaan Hades di dunia neraka. Tempat ini merupakan penjara penghakiman terakhir, tidak menyenangkan dan sangat menyiksa.</p>
<p><del datetime="2009-09-07T02:19:14+00:00"><em>Mount Olympus</em></del><br />
Gunung Olympus adalah pusat dari dunia. Di sana adalah tempat para dewa-dewi berada.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/fairy2785.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/fairy2785.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/fairy2785.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/fairy2785.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/fairy2785.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/fairy2785.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/fairy2785.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/fairy2785.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/fairy2785.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/fairy2785.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/fairy2785.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/fairy2785.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/fairy2785.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/fairy2785.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=fairy2785.wordpress.com&amp;blog=6770119&amp;post=158&amp;subd=fairy2785&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://fairy2785.wordpress.com/2009/09/07/mitologi-yunani/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67cadedf0bb73746710a37e92f3a9bd2?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">fairy2785</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
